DELAPAN LAYANAN UNGGULAN RSUD TARAKAN JAKARTA
  • Critical Care Center RSUD Tarakan adalah RSUD pertama di provinsi DKI Jakarta yang memiliki pelayanan Critical Care Center yang meliputi pelayanan, ICU, NICU, PICU, CVCU, IW, PACU yang di dukung oleh Tim dokter dan peralatan yang canggih.
    ICU ( Intensive Care Unit ) Merupakan ruang perawatan intensif dengan peralatan khusus dan staf khusus untuk menanggulangi pasien gawat karena penyakit, trauma atau komplikasi lain.

NICU ( Neonate Intensive Care Unit ) Merupakan unit perawatan intensif untuk bayi baru lahir ( neonatus ) yang memerlukan perawatan khusus misalnya berat badan rendah, fungsi pernafasan kurang sempurna, prematur, mengalami kesulitan dalam persalinan, menunjukkan tanda tanda mengkuatirkan dalam beberapa hari pertama kehidupan.

PICU ( Paediatric Intensive Care Unit ) Merupakan unit perawatan intensif untuk anak anak.

HCU ( High Care Unit ) Adalah ruang perawatan pasien ICU yang dianggap sudah menunjukkan perbaikan tetapi masih dalam pengawasan ketat.

IW ( Intermediate Ward ) Merupakan ruang perawatan intensif setelah HCU sebelum bisa dipindahkan ke kamar perawatan biasa.

ICCU ( Intensif Coronary Care Unit ) Merupakan unit perawatan intensif untuk penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner, serangan jantung, gangguan irama jantung yang berat, gagal jantung

PACU Post Anestesi Recovery (pemulihan pasca-anestesi) Setelah selesai tindakan pembedahan, paseien harus dirawat sementara di ruang pulih sadar (recovery room : RR) sampai kondisi pasien stabil, tidak mengalami komplikasi operasi dan memenuhi syarat untuk dipindahkan ke ruang perawatan (bangsal perawatan).

PACU atau recovery room ( RR) RSUD Tarakan terletak berdekatan dengan ruang operasi. Hal ini untuk mempermudah akses bagi pasien untuk:

(1) perawat yang disiapkan dalam merawat pasca operatif (perawat anastesi)

(2) ahli anastesi dan ahli bedah

(3) alat monitoring dan peralatan khusus penunjang lainnya.

  • Layanan Jantung terpadu RSUD Tarakan memiliki Tim dokter yang ahli di bidangnya. Layanan jantung terpadu RSUD Tarakan meliputi :

– Bedah Thorax Cardio Vacular,

– Chateterisasi Jantung,

– Chateterisasi Pembuluh Darah Ektremitas ( Tungkai dan Tangan),

– Denervasi Arteri Renalis, Chateterisasi Pembuluh Darah Otak,

– Trans-Esophageal Echocardiography.

  • Hematologi Onkologi Paliatif dengan melihat angka kasus keganasan yang semakin banyak serta antrian kemoterapi yang dapat mencapai 2-3 bulan, maka sebagai RSUD Kelas A milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta RSUD Tarakan membantu mengurangi antrian pasien untuk mendapatkan layanan kemoterapi dengan membuka fasilitas pelayanan kemoterapi bagi pasien penderita cancer yang telah diresmikan oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta Pada tanggal 10 September 2015.
  • Klinik Fertilitas dan Bedah Minimal Infasive serta Program bayi TabungUntuk mengatasi permasalahan bagi anda yang sulit memiliki keturunan, bagian kebidanan RSUD Tarakan membuka layanan konsultasi dan program bayi tabung bagi anda yang ingin memiliki keturunan namun belum terpenuhi. Silahkan konsultasi dengan dokter pesialis kebidanan yang di prakarsai oleh dr.Harianto Wijaya, SpOG –KFER, DMAS. Untuk pelayanan pada klinik cendana lantai 3 setiap hari Jum’at atau sesuai perjanjian.
  • Klinik Nyeri  RSUD Tarakan memberikan pelayanan manajemen nyeri secara terpadu yang melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk beragam kondisi nyeri: Nyeri Kronik, Nyeri Kepala dan Leher, Nyeri Tulang belakang seperti Nyeri punggung dan pinggang, Nyeri sendi lutut dan sendi bahu, Nyeri Neuropatik : seperti Nyeri pasca herpes dan Nyeri Neuralgia Trigeminal, Nyeri Kanker pada semua jenis / stadium lanjut.
  • Klinik Berhenti Merokok Merokok adalah kebiasaan yang tidak sehat dan merugikan baik si perokok maupun orang sekitar yang tanpa sengaja menghirup asap rokok. Bagi anda yang ingin terbebas dari kebiasaan merokok silahkan berkonsultasi pada Tim Dokter Spesialis Paru kami. Ikuti saran dan tahapan terapi dan anda akan terbebas dari kebiasaan merokok.
  • Klinik Sleap Apnea Tidur merupakan kebutuhan manusia yang sangat mendasar. Tidur yang kurang efektif tidak sekedar membuat anda merasa lelah dan kurang segar keesokan harinya, tetapi juga akan menyebabkan kantuk berlebihan.Tidur yang terganggu juga memperngaruhi perasaan, tingkah laku dan performa kerja anda, misalnya mendengkur yang disertai henti nafas (OSA – Obstructive Sleep Apnea) akan meningkatkan risiko anda terhadap penyakit Stroke, Hipertensi, Penyakit Jantung Koroner dan Kencing Manis (Diabetes Melitus).Mendengkur merupakan suara nafas yang menjadi keras saat seseorang tidur. Mendengkur terjadi karena adanya sumbatan jalan nafas mulai dari rongga hidung hingga ke daerah pita suara. Di daerah tersumbat timbul turbulensi udara yang menyebabkan terjadinya vibrasi/getaran lunak.Klinik Gangguan Tidur dan Mendengkur Rumah Sakit Tarakan Jakarta menyediakan layanan multidisiplin untuk mendiagnosa gangguan tidur anda secara akurat. Tim kami terdiri dari Dokter Spesialis Paru, Spesialis THT, Spesialis Saraf,  Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis jantung, Psikiater, Spesialis Anak, Spesialis Gizi, dan Dokter Gigi.
  • Klinik Retinopati RSUD Tarakan Jakarta menyediakan berbagai macam pengobatan mata termasuk retinopati. Retinopati diabetikum (RD) adalah salah satu penyebab utama kebutaan yang berat dan permanen pada penderita diabetes yang merupakan komplikasi dari diabetes itu sendiri. Stadium dini RD tidak memiliki gejala, Anda mungkin tidak menyadari perubahan penglihatan apapun pada awalnya. Pada tahap awal, bercak darah kecil muncul di retina, hal ini dapat ditemukan oleh dokter mata RSUD Tarakan Jakarta, pada pemeriksaan mata dengan bantuan dilatasi. Seiring waktu, RD dapat memburuk sehingga terjadi perkembangan pembuluh darah yang abnormal di retina pada bagian belakang mata Anda yang menyebabkan terjadi kebocoran darah ke jeli vitreus sentral sehingga menghalangi pandangan. Cairan dapat juga merembes melalui pembuluh darah ini ke makula, menyebabkan pembengkakan makula dan mengakibatkan buramnya lapang pandang sentral Anda. Apabila tidak ditangani, glaukoma sekunder, ablasio retina, dan kebutaan permanen dapat terjadi.

Leave a Comment

START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH