Dengan bertambah pesatnya kemajuan di bidang kedokteran, khususnya di bidang penyakit kanker maka berubahlah pola berpikir bagi para dokter dalam menghadapi penyakit kanker. Anggapan bahwa penyakit kanker sudah tidak bisa disembuhkan dan tidak perlu diobati sudah tidak lagi mendapat tempat di kamus dokter RSUD Tarakan Jakarta. Bahkan dengan adanya penemuan-penemuan baru obat anti kanker berubahlah anggapan bahwa pengobatan kanker senantiasa dengan metode pembedahan. Metode pengobatan primer penyakit kanker RSUD Tarakan Jakarta tidak selalu melakukan pembedahan melainkan dapat cara radiasi atau pemberian obat-obat anti kanker yang lazim disebut kemoterapi atau sitostatika. Hal yang perlu diperhatikan dalam menangani penderita kanker adalah menentukan tujuannya terlebih dulu yaitu kuratif atau paliatif. Pada pengobatan yang bertujuan kuratif apapun yang terjadi haruslah dilakukan. Sedangkan pada pengobatan yang bersifat paliatif masih harus memperhatikan faktor-faktor yang menuntukan dan merugikan terutama bila pengobatan tersebut menyangkut pemberian obat-obatan sitostatika. Untuk itu melihat keganasan, kasus penderita kanker dan panjangnya daftar antrian kemoterapi yang dapat mencapai 2-3 bulan, maka RSUD Tarakan Jakarta sebagai rumah sakit Kelas A milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah sepatutnya  RSUD Tarakan Jakarta membantu masyarakat jakarta mengurangi beban penderitaan dan mengurai daftar antrian pasien penderita kanker untuk mendapatkan layanan kemoterapi. Suatu kebanggaan kami dengan dibukanya fasilitas layanan kemoterapi RSUD Tarakan Jakarta dan diresmikannya Ruang Tulip Pada 10 September 2015 oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M diharapkan penderita kanker  dapat dilayani di rumah sakit milik pemerintah DKI Jakarta sebagai sumbangsih kami melayani warga DKI Jakarta dan Sekitaranya.

PENGOBATAN KANKER

PEMBEDAHAN adalah cara lama yang hingga saat ini masih digunakan dalam menangani penderita kanker. Namun demikian cara pembedahan tidak senantiasa memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan dalam arti penyembuhan misalnya pada penderita yang mengalami metastase, resiko operasi lebih besar daripada kankernya dan penderita yang cacat pasca bedah. Pada umumnya pembedahan dilakukan pada penderita-penderita dengan tumor primer yang masih dini atau pengobatan paliatif dekompresif. Akan tetapi diluar keganasan hematologi untuk semua penderita kanker disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli bedah sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.

RADIOTERAPI umumnya dilakukan apabila secara lokal-regional pembedahan tidak menjamin penyembuhan atau bilamana pembedahan radikal akan mengganggu struktur serta fungsi dari organ yang bersangkutan. Berhasil tidaknya radiasi yang akan diberikan tergantung dari banyak faktor antara lain sensitivitas tumor terhadap radiasi, efek samping yang timbul, pengalaman dari radioterapist serta penderita yang kooperatif. Seperti halnya pembedahan, radiasipun bisa bersifat kuratif ataupun paliatif misalnya pada penderita-penderita metastase tulang atau sindroma vena cava superior.

KEMOTERAPI  Pola berpikir dahulu penggunaan kemoterapi adalah untuk penderita kanker yang sifatnya sistemik seperti Leukemia atau penderita yang mengalami metastase setelah pengobatan primer baik pembedahan maupun radiasi. Namun demikian saat ini telah banyak diketahui. Bahwa pada penderita kanker sering terjadi mikrometastase yang timbul secara dini yaitu pada penderita-penderita kanker payudara yang disertai pembesaran kelenjar aksiler, pada kanker yang sangat besar serta sistologis mempunyai derajat keganasan yang sangat tinggi. Disinilah peran tambahan dari penggunaan kemoterapi. Pemberian kemoterapi dapat pula bersifat kuratif maupun paliatif dan dapat pula berperan sistemik maupun regional. Kemoterapi paliatif terutama diberikan pada penderita kanker stadium lanjut yang tujuannya bukan penyembuhan tapi peningkatan kualitas hidup. Oleh karenanya dalam memberikan kemoterapi paliatif harus dipikirkan benar-benar dengan mempertimbangkan Respect for outonomy (segala keputusan terletak pada penderita), Beneficial (yang kita berikan yakin bermanfaat), Non malificent (yang kita berikan tidak membahayakan) dan Justice (bijaksana). Lama pemberian kemoterapi paliatif berbeda dengan kemoterapi kuratif. Untuk kemoterapi paliatif evaluasi dilakukan setelah siklus kedua. Bilamana setelah siklus kedua memberi respon yang baik kemoterapi dapat dilanjutkan hingga 1 tahun. Apabila tidak memberi respon bahkan merugikan (efek samping yang terlalu berat) perlu dipertimbangkan untuk dihentikan.

PENGOBATAN KOMBINASI

Hal yang paling sering dijumpai adalah cara pengobatan kombinasi baik pembedahan, radiasi ataupun kemoterapi. Oleh karena itu, penanganan kanker yang paling baik adalah bilamana dilaksanakan secara terpadu antara “Surgical oncologist – Radiation oncologist – Medical oncologist. Yang hal ini semua telah dapat dilaksanakan di RSUD Tarakan Jakarta dengan berdirinya Poliklinik Onkologi Satu Atap dibawah koordinasi Tim Kanker RSUD Tarakan Jakarta.

START TYPING AND PRESS ENTER TO SEARCH